Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Cost-Volume-Profit (CVP) terintegrasi Non-Revenue Water (NRW) dalam menyusun perencanaan laba strategis dan menguji efektivitasnya dalam memprediksi pencapaian target kinerja keuangan pada perusahaan penyedia air minum. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui metode studi kasus pada PDAM “X” menggunakan analisis sensitivitas (what-if analysis) berbasis spreadsheet (Microsoft Excel) untuk memodelkan skenario deterministik-matematis. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian proyeksi analisis "bagaimana-jika" (what-if analysis) terhadap perubahan tingkat Non-Revenue-Water (NRW) sebagai faktor krusial dalam menyusun perencanaan laba strategis dan memprediksi pencapaian target kinerja keuangan pada BUMD penyedia air minum (PDAM “X”). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penurunan tingkat NRW ke standar nasional 25% mampu melipatgandakan pertumbuhan laba usaha sebesar 196,15% dan memperluas Margin of Safety (MoS) dari 8,05% menjadi 20,58% tanpa memerlukan kenaikan tarif. Implikasi teoretis memperkuat Teori Kontingensi dalam menyelaraskan informasi akuntansi dengan ketidakpastian teknologi. Secara praktis, model ini berfungsi sebagai early warning system bagi direksi dalam menjamin status Full Cost Recovery (FCR) yang berkelanjutan serta mengoptimalkan pencapaian skor indikator kinerja keuangan audit BPKP.
Copyrights © 2026