Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi non-tunai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi pengalaman penggunaan QRIS dan implementasi pembayaran QRIS terhadap efisiensi transaksi UMKM di Kota Kediri, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kausal eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada 99 pelaku UMKM pengguna QRIS di Kota Kediri, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengalaman penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi transaksi UMKM (t = 6,983; sig = 0,000), demikian pula implementasi pembayaran QRIS (t = 3,385; sig = 0,001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap efisiensi transaksi (F = 64,962; sig = 0,000) dengan kontribusi sebesar 56,6% (Adjusted R² = 0,566). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi dan semakin optimal implementasi QRIS, semakin tinggi efisiensi transaksi yang dirasakan pelaku UMKM. Penelitian ini memperkuat teori Technology Acceptance Model (TAM) dan merekomendasikan penguatan literasi digital serta pendampingan implementasi QRIS bagi UMKM guna mendukung efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026