Perkembangan TikTok sebagai platform media sosial telah membentuk standar gaya hidup baru yang memengaruhi pola komsumsi Generasi Z, sementara rendahnya literasi keuangan generasi muda memperbesar Risiko munculnya doom spending, yaitu pengeluaran uang secara inpulsif sebagai respons terhadap tekanan emosional dan Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh standar TikTok dan FoMO terhadap doom spending pada Gen-Z serta implikasinya terhadap manajemen keuangan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert berbasis Google Form yang disebarkan kepada 99 responden Gen-z Indonesia berusia 17-28 tahun yang aktif menggunakan TikTok, dengan teknik purposive sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) menggunakan SmartPLS 4, meliputi uji Outer loading, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis berdasarkan nilai original sample, sample mean, standart Deviation, T-statistics, dan P-Values. Hasil penelitian menjelaskan pengaruh Standar TikTok dan Doom Spending tidak berpengaruh langsung terhadap Manajemen Keuangan Gen-Z. Namun, FOMO berpengaruh langsung terhadap Manajemen Keuangan Gen-Z. Dengan demikia, Manajemen Keuangan Gen-Z lebih dipengaruhi oleh FOMO daripada Standar TikTok dan Doom Spending.
Copyrights © 2026