Latar belakang: Tingginya turnover perawat di rumah sakit dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas pelayanan keperawatan serta menciptakan ketidakstabilan mutu pelayanan. Salah satu faktor yang disinyalir dapat meningkatkan retensi adalah perubahan gaya kepemimpinan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh perawat rawat inap di RS Bogor pada Februari 2025 dengan total sampling sebanyak 65 responden. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Sebagian besar responden menyatakan gaya kepemimpinan demokratis baik (75,4%) dan memiliki retensi baik (67,7%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis dan retensi perawat (p=0,001; OR=8,580; 95% CI=2,422–30,399). Pada pemodelan akhir, gaya kepemimpinan memiliki OR 4,971 setelah dikontrol pendidikan dan status pernikahan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan retensi perawat, dengan peluang retensi baik yang lebih besar setelah dikontrol oleh pendidikan dan status pernikahan. Kepala ruangan diharapkan menggunakan gaya kepemimpinan demokratis untuk mendorong perubahan perilaku positif dan kemajuan bersama.
Copyrights © 2026