Journal of Integrated Knowledge and Innovation
Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026

Pola Makan Balita dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Wire

Mochammad Anselmo Ega Putra Wicaksono (Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya)
Su’udi Su’udi (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Titik Sumiatin (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Teresia Retna Puspitadewi (Poltekkes Kemenkes Surabaya)



Article Info

Publish Date
13 Sep 2026

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berumur dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan). Orang tua umumnya baru menyadari balitanya mengalami Stunting setelah berumur di atas dua tahun, padahal Stunting berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita Stunting sebanyak 79 ibu, dengan jumlah sampel sebanyak 66 ibu balita yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling. Variabel penelitian ini adalah pola makan balita Stunting. Pengumpulan data menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya (90,9%) pola makan balita cukup pada orang tua berumur >35 tahun, sebagian kecil (9,1%) pola makan balita kurang. Sebagian besar (70,0%) pola makan balita cukup pada orang tua berpendidikan SMP, sebagian kecil (15,4%) pola makan balita kurang pada orang tua berpendidikan Perguruan Tinggi. Sebagian besar (52,4%) pola makan balita cukup pada orang tua yang bekerja, dan sebagian besar (64,4%) pola makan balita cukup pada orang tua yang tidak bekerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pola makan yang memenuhi gizi seimbang dan adekuat sejak masa kehamilan, baik dari kualitas, kuantitas, maupun keberagaman makanan yang dikonsumsi, sangat penting dalam pencegahan Stunting. Pemenuhan jenis makanan bergizi, frekuensi makan yang teratur, serta jumlah asupan yang sesuai kebutuhan dapat membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Orang tua disarankan memberikan makanan dengan gizi seimbang, dengan mengupayakan setiap kali makan terdapat sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayur dan buah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jiki

Publisher

Subject

Description

Journal of Integrated Knowledge and Innovation adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu ...