Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan yang menghasilkan modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang memenuhi kriteria valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada konten rasio di Fase D. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data penelitian terdiri atas data kualitatif yang diperoleh melalui kegiatan wawancara serta data kuantitatif yang diperoleh melalui angket atau kuesioner. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui validasi oleh tiga orang validator dan uji coba kepada siswa SMP Negeri 11 Pekanbaru. Data kuantitatif dianalisis menggunakan skala Likert dan Guttman untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memperoleh skor validasi sebesar 93,84% dan termasuk dalam kategori sangat valid. Selanjutnya, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar menghasilkan skor analisis angket respons siswa masing-masing sebesar 94,07% dan 95,97%. Kedua hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat praktis. Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa pengembangan modul ajar berbasis Problem-Based Learning yang dirancang khusus untuk konten rasio guna memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2026