Persaingan industri barang konsumsi bergerak cepat menuntut merek untuk mengomunikasikan bukan hanya manfaat fungsional, tetapi juga makna dan pengalaman yang konsisten. Anak merupakan penerima pesan penting karena paparan merek sejak dini dapat membentuk kesadaran, persepsi, dan hubungan masa depan dengan merek. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Rinso kepada konsumen anak menggunakan kerangka Consumer-Based Brand Equity (CBBE) Keller. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima anak yang menjadi sasaran komunikasi merek Rinso. Identitas partisipan disamarkan menjadi A1–A5, sedangkan pertanyaan disederhanakan sesuai perkembangan kognitif dan bahasa mereka. Data dikelompokkan dan diinterpretasikan berdasarkan enam dimensi CBBE: brand salience, brand performance, brand imagery, consumer judgment, consumer feelings, serta consumer-brand resonance. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengenali Rinso sebagai deterjen, sementara seluruh partisipan memahami fungsi utamanya sebagai pembersih pakaian. Citra merek yang muncul berpusat pada kegiatan mencuci, kebersihan, keharuman, dan bentuk produk. Secara umum, partisipan memberikan penilaian dan respons emosional positif terhadap kinerja serta iklan Rinso. Namun, consumer-brand resonance belum konsisten: semua partisipan bersedia menggunakan Rinso, tetapi hanya tiga yang bersedia membicarakan atau merekomendasikannya. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi Rinso efektif membangun kesadaran, pemahaman fungsional, dan persepsi positif pada anak, meskipun keterlibatan emosional perlu diperkuat untuk mendorong advokasi merek aktif.
Copyrights © 2026