Ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat merupakan indikator dari tercapainya ketahanan pangan. Ketahanan pangan dapat dicapai melalui optimalisasi komoditas pangan utama seperti padi pada setiap wilayah kabupaten/kota. Provinsi dengan luas panen dan produksi padi tahun 2024 tertinggi di Indonesia adalah provinsi Jawa Timur. Pada penelitian ini, analisis pengelompokan Kabupaten/ Kota di provinsi Jawa Timur dilakukan menggunakan metode k-means clustering berdasarkan produksi beras, luas lahan, dan produktivitas. Banyaknya cluster optimum berdasarkan nilai sillhoutte adalah sebanyak 3 cluster dengan komposisi anggota masing-masing cluster bervariasi. Pada cluster 1 memuat 11 Kabupaten/Kota, cluster 2 memuat 20 Kabupaten/Kota, dan cluster 3 memuat 7 anggota. Cluster 1 memiliki karakteristik produksi dan luas lahan yang tinggi. Namun, secara produktivitas masih cenderung kurang optimal. Cluster 2 dan cluster 3 memiliki karakteristik luas lahan dan produksi rendah. Namun pada cluster 2 produktivitasnya masih rendah, sedangkan cluster 3 produktivitasnya paling tinggi. Optimalisasi produktivitas beras dapat dilakukan pada wilayah yang masih memiliki produktivitas rendah padahal daerah sekitarnya memiliki produktivitas tinggi, seperti pada Mojokerto dan Pasuruan.
Copyrights © 2025