Desa Bandar Sono, berada pada Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi lokal berupa kerajinan tikar tradisional. Produk tikar ini telah menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat setempat, namun keberadaannya belum mampu bersaing secara optimal di pasar modern. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin tikar dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara, pelatihan langsung, pendampingan dan evaluasi turut dilakukan. Dan hasil kegiatan mengungkapkan bahwa para pengrajin mengalami kemajuan pemahaman dalam mengembangkan desain produk dan mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan. Kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana produksi, literasi digital yang rendah, dan koneksi internet yang terbatas. Namun demikian, respons masyarakat sangat positif dan menunjukkan antusiasme terhadap peluang pengembangan kerajinan lokal. Pemberdayaan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menciptakan keberlanjutan ekonomi berbasis komunitas.
Copyrights © 2026