Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menjadi standar evaluasi mutu pendidikan dasar di Indonesia, namun implementasinya di wilayah pedesaan seperti SDN Cihanjaro sering terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital. Sistem simulasi ujian yang ada sebelumnya bersifat statis dan belum memiliki fitur manajemen pembelajaran yang memungkinkan interaksi dua arah antara guru dan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mentransformasi website tersebut menjadi Learning Management System (LMS) yang interaktif dengan fokus utama pada pengembangan infrastruktur teknologi pendidikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi menggunakan framework Python dan Bootstrap, serta pelatihan pengguna. Penelitian ini menitikberatkan pada aspek teknis pembangunan sistem dan keberfungsian fitur, tanpa mengukur korelasi langsung terhadap peningkatan nilai akademik siswa. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pengembangan platform LMS yang memberikan otonomi bagi guru dalam mengelola materi dan bank soal secara mandiri. Berdasarkan evaluasi keberterimaan teknologi, sistem ini memperoleh skor rata-rata 96,4% dalam kategori sangat baik. Transformasi ini berhasil meningkatkan literasi digital teknis dan kesiapan infrastruktur sekolah dalam menghadapi digitalisasi pendidikan di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026