Penyakit menular yang mengalami kenaikan kasus di Desa Plosojenar selama satu tahun terakhir adalah DBD. Hal itu disebebkan karena rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) di Desa Plosojenar. Salah satu penyebab rendahnya ABJ adalah rendahnya pengetahuan kader mengenai pemanfaatan sampah organik dan manfaat eco enzym. Oleh karena itu, workshop pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzym dilakukan untuk meningkatkan ABJ di Desa Plosojenar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetauan kader Jumantik dan warga Desa Plosojenar mengenai cara membuat dan menggunakan eco enzym sebagai bahan alami untuk membasmi jentik nyamuk. Metode quasi experimental dengan pre test dan post test pengetahuan digunakan dalam pengabdian ini. Selain itu, praktik pembuatan eco enzyme juga dilakukan untuk menambah keterampilan kader. Uji paired t-test digunakan untuk menganalisis efektivitas kegiatan workshop. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre test sebesar 40 dan hasil post test sebesar 70 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p<0.05). Workshop pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzym membantu meningkatkan pengetahuan kader tentang pemanfaatan sampah organik menjadi zat pembasmi jentik nyamuk. Selain itu program ini meningkatkan keterampilan kader dalam pengelolaan sampah organic menjadi eco enzym.
Copyrights © 2026