Desa Tuwi Kayee memiliki potensi limbah sekam padi yang belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai residu pertanian tanpa nilai ekonomi. Di sisi lain, pelaku UMKM desa umumnya masih mengandalkan pola pemasaran konvensional sehingga jangkauan pasar dan perkembangan usaha relatif terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan pemasaran. Program pengabdian ini memadukan inovasi pengolahan sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif berbasis biomassa dengan penguatan digitalisasi UMKM melalui pemanfaatan website dan media sosial. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan demonstrasi produksi briket serta pendampingan pengelolaan dan promosi usaha secara digital. Sebanyak 8 UMKM terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 5 UMKM telah mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi secara mandiri, sementara masyarakat mitra berhasil memproduksi briket sebagai produk bernilai tambah dari limbah pertanian. Integrasi pendekatan teknis dan digital ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas usaha dan penguatan kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026