Status Gizi Buruk masih banyak terjadi akibat ketidaksesuaian antara jumlah makanan yang di konsumsi dengan jumlah yang di butuhkan tubuh. Di Desa Latak menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) masih monoton serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai pengolahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah PMT berbasis telur bebek sebagai sumber protein hewani lokal yang terjangkau. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahap: persiapan (analisis situasi dan penyusunan modul), pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan praktik pengolahan puding telur bebek), dan evaluasi (pre-test dan post-test). Kegiatan dilaksanakan pada 14 Januari 2026 dengan melibatkan mahasiswa, kader posyandu, dan orang tua balita kategori stunting di Desa Latak. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dari 55,6 (kategori kurang) menjadi 83,2 (kategori baik), peningkatan keterampilan praktik dengan 90% peserta mampu mengolah menu dengan kategori baik, serta peningkatan proporsi balita berstatus gizi baik (BB/U) dari 40% menjadi 60%. Indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) meningkat lebih terbatas, dari 46,7% menjadi 50%, sejalan dengan karakter pertumbuhan linier yang membutuhkan waktu lebih panjang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jangka pendek, namun memerlukan pendampingan berkelanjutan untuk dampak pada pertumbuhan linier balita
Copyrights © 2026