Pengelolaan keuangan gereja yang transparan dan akuntabel masih menjadi permasalahan krusial di jemaat GKI Pengharapan Jayapura, khususnya terkait keterbatasan pemahaman bendahara jemaat, pengelola kas tingkat rayon, dan unsur-unsur jemaat dalam menyusun pembukuan kas serta laporan keuangan secara sistematis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas pelaporan keuangan serta potensi menurunnya tingkat kepercayaan jemaat terhadap pengelolaan dana gereja. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola keuangan gereja melalui pendekatan yang praktis dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi awal, pelatihan dan pendampingan, praktik penyusunan pembukuan kas, diskusi kelompok, serta pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan gereja. Kegiatan ini melibatkan 47 peserta yang terdiri dari bendahara dan majelis jemaat di GKI Pengharapan Jayapura. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana 70% peserta mencapai kategori pemahaman baik dan 30% berada pada kategori sedang. Selain itu, tingkat kesulitan dalam menyusun laporan keuangan mengalami penurunan, dengan 75% peserta berada pada tingkat kesulitan rendah dan 25% pada tingkat sedang. Kegiatan ini memberikan dampak konkret berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan gereja secara lebih sistematis, transparan, dan akuntabel, serta mendorong terbentuknya praktik tata kelola keuangan gereja yang lebih bertanggung jawab.
Copyrights © 2026