Perubahan iklim, degradasi tanah, dan rendahnya regenerasi petani muda menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Di sisi lain, Generasi Z masih menunjukkan minat yang relatif rendah terhadap sektor pertanian akibat persepsi mengenai tingginya risiko kerja, keterbatasan prospek ekonomi, dan minimnya pengalaman praktis di lapangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menerapkan model outdoor experiential learning di Agrowisata California sebagai media pembelajaran kontekstual untuk memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan kepada Generasi Z. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, demonstrasi, praktik budidaya, diskusi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sederhana serta angket persepsi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konservasi tanah, penggunaan pupuk organik, dan efisiensi penggunaan air. Secara deskriptif, nilai rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 78% pada pre-test menjadi 87% pada post-test, sementara ketertarikan peserta terhadap sektor pertanian juga menunjukkan kecenderungan meningkat setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan pertanian di lapangan dan mengaitkannya dengan konsep pertanian berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan berpotensi mendukung peningkatan literasi ekologis dan pemahaman praktis Generasi Z terhadap pertanian berkelanjutan. Model kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan edukasi pertanian berbasis partisipatif dan kontekstual bagi kalangan pemuda
Copyrights © 2026