Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penerapan model desa wisata inklusif berbasis Quadruple Helix di Desa Ranuklindungan, Pasuruan, guna mengoptimalkan pemberdayaan sosio-ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dengan melibatkan akademisi, pemerintah desa, komunitas (Pokdarwis dan Karang Taruna), serta sektor swasta. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan kapasitas mitra di seluruh lini kompetensi dengan kategori keberhasilan Sedang. Secara kuantitatif, keterampilan digital marketing dan pengelolaan konten mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 27% (dari skor pre-test 58% menjadi post-test 85%). Penguatan juga diikuti oleh peningkatan kesadaran zonasi ekologis sebesar 25%, serta pemahaman konsep inklusivitas dan standar CHSE yang masing-masing naik sebesar 17%. Dampak pemberdayaan ini berhasil menggeser paradigma pengelolaan wisata menjadi lebih ramah lansia/disabilitas, memperluas segmentasi pasar, serta mewujudkan pembagian zonasi telaga yang lebih lestari. Simpulan dari program ini menunjukkan bahwa sinergi Quadruple Helix efektif meminimalkan eksklusi sosial dan meningkatkan ekonomi lokal. Program ini merekomendasikan perlunya legalitas formal berupa Peraturan Desa (Perdes) untuk menjamin keberlanjutan program.
Copyrights © 2026