Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan status gizi peserta didik. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang diberikan, tetapi juga oleh perilaku higiene siswa saat mengonsumsi makanan. Hasil observasi awal di SMPN 19 Semarang menunjukkan bahwa lebih dari 60% siswa belum membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum menerima makanan MBG, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya higiene melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diintegrasikan dengan pelaksanaan program MBG. Kegiatan dilaksanakan pada 30 siswa melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan media edukasi, penyuluhan interaktif, demonstrasi enam langkah CTPS sesuai standar WHO, permainan edukatif, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa secara nyata. Sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori cukup (36,67%), sedangkan setelah kegiatan seluruh peserta (100%) mencapai kategori baik (60%) dan sangat baik (40%). Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini mendorong terbentuknya kebiasaan mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan sehingga mendukung keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di sekolah. Integrasi edukasi PHBS dengan Program MBG dapat menjadi strategi promotif yang efektif untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat sekaligus meningkatkan keberhasilan program pemenuhan gizi di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026