Keterbatasan lahan produktif serta tingginya volume limbah botol plastik bekas menjadi latar belakang dilaksanaannya program pengabdian masyarakat di SD N Wareng. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sekolah sebagai sarana edukasi lingkungan (eco-education) melalui program ganda: budidaya Apotek Hidup (tanaman obat) berbasis polybag dan Warung Hidup (sayuran) berbasis hidroponik wick system berbahan daur ulang botol plastik bekas dan spons. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui sosialisasi interaktif, demonstrasi plot, dan praktik penanaman langsung bersama siswa dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis dan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan kencur, serta keterampilan memanfaatkan limbah plastik menjadi wadah tanam bernilai guna (upcycling). Program ini berhasil menciptakan area hijau edukatif di SD N Wareng yang mendukung literasi kesehatan dan kepedulian lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026