Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan. Berdasarkan identifikasi awal di RSUD dr. Abdul Rivai Kabupaten Berau, rata-rata waktu tunggu pelayanan rawat jalan mencapai 71 menit, melebihi standar pelayanan minimal yaitu 60 menit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab waktu tunggu, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merancang alur pelayanan rawat jalan sebagai upaya mendukung reduksi waktu tunggu. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi terhadap enam pasien rawat jalan sejak proses check-in hingga tahapan pelayanan berikutnya, wawancara dengan Kepala Instalasi Rawat Jalan dan tiga petugas loket pendaftaran, serta analisis akar masalah menggunakan fishbone analysis dan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa permasalahan waktu tunggu dipengaruhi oleh faktor manusia, metode pelayanan, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi antarunit. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi kebijakan berupa penyempurnaan alur pelayanan, optimalisasi layanan digital, penyediaan media informasi, penguatan prosedur pelayanan, dan koordinasi antarunit, serta menghasilkan rancangan alur pelayanan rawat jalan sebagai instrumen awal perbaikan sistem pelayanan. Efektivitas rekomendasi terhadap penurunan waktu tunggu masih memerlukan evaluasi pascaimplementasi melalui pengukuran indikator pelayanan secara berkala.
Copyrights © 2026