Stunting merupakan persoalan pembangunan manusia multidimensi yang melibatkan faktor gizi, kesehatan, pola asuh, sanitasi, perlindungan sosial, ketahanan pangan, dan tata kelola layanan publik. Di Kabupaten Ciamis, prevalensi stunting berfluktuasi dari 18,6% (2022) menjadi 25,4% (2023) dan turun menjadi 20,3% (2024), namun masih di atas target nasional 14%. Kajian menggunakan telaah kebijakan-literatur, analisis situasi berbasis data By Name By Address (BNBA), pemetaan program-pembiayaan, dan konsultasi lintas sektor, dengan kerangka analisis mulai identifikasi isu, penentuan prioritas masalah (metode USG), analisis akar masalah, hingga perumusan-penilaian alternatif kebijakan. Hasil analisis menunjukkan Kabupaten Ciamis telah memiliki Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2020 dan strategi P4KSA dalam RPJMD 2025-2029, namun implementasinya belum optimal karena belum terintegrasi dalam satu mekanisme pengendalian data BNBA lintas sistem. Rekomendasinya adalah penyempurnaan regulasi tersebut dan penguatan mekanisme TPPS melalui Matriks Kendali Layanan Berbasis BNBA yang terintegrasi ke dalam siklus perencanaan-penganggaran daerah dan desa, guna meningkatkan ketepatan sasaran dan efektivitas penurunan stunting.
Copyrights © 2026