Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis menempatkan Badan Gizi Nasional (BGN) pada krisis reputasi dengan atribusi tanggung jawab yang tinggi. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi krisis BGN serta kesesuaiannya dengan karakter krisis berdasarkan dokumen terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-interpretatif serta teknik studi pustaka dan dokumentasi. Korpus terdiri atas 45 sumber yang diterbitkan pada 15 Agustus 2024– 27 Juli 2026, meliputi rilis penegak hukum, komunikasi resmi BGN, regulasi, laporan pengawasan, rekaman rapat parlemen, materi audiovisual, portal keterbukaan informasi, dan pemberitaan media. Data dikodekan secara deduktif menggunakan Situational Crisis Communication Theory. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran dari legitimasi preventif pada fase prakrisis dan penyangkalan terhadap disinformasi pada awal krisis menuju strategi pembangunan kembali, tindakan korektif, dan akuntabilitas berbasis sistem. Pesan awal menjaga kesinambungan layanan, tetapi belum langsung menjawab keseluruhan substansi penyidikan. Pergantian pimpinan, penunjukan juru bicara, pembenahan tata kelola, sanksi, dan kerja sama dengan Kejaksaan lebih sesuai dengan krisis yang secara teoretis mendekati kategori dapat dicegah. Namun, keterbatasan keterbukaan dokumen pengadaan dan audit membatasi verifikasi klaim pemulihan.
Copyrights © 2026