Tromboemboli vena (TEV) merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan masa nifas. Kehamilan secara fisiologis menciptakan keadaan hiperkoagulabel akibat perubahan hemostasis, termasuk peningkatan faktor koagulasi dan penurunan aktivitas fibrinolitik. Kondisi ini meningkatkan risiko TEV sekitar 4–5 kali lipat dibandingkan populasi non-hamil, dengan insidensi tertinggi terjadi pada 6 minggu pertama pascapersalinan. Secara global, kejadian TEV diperkirakan mencapai 1–2 kasus per 1.000 kehamilan. Risiko meningkat signifikan pada wanita dengan trombofilia, riwayat TEV sebelumnya, imobilisasi, obesitas, kehamilan ganda, atau pasca tindakan pembedahan. Antikoagulan merupakan terapi utama untuk pencegahan dan penatalaksanaan TEV dalam kehamilan. Heparin tidak terfraksinasi (UFH) dan low molecular weight heparin (LMWH) merupakan pilihan yang aman karena tidak melintasi plasenta, dengan LMWH lebih disukai karena profil farmakokinetiknya yang stabil dan risiko efek samping lebih rendah. Sebaliknya, warfarin bersifat teratogenik dan DOACs belum direkomendasikan karena keterbatasan data keamanan. Penulisan tinjauan pustaka ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai epidemiologi, faktor risiko, serta prinsip pemilihan dan pemberian antikoagulan selama kehamilan, untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat.
Copyrights © 2026