Remaja dari keluarga broken home dapat mengalami berbagai permasalahan psikologis, salah satunya kecemasan sosial. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu remaja menghadapi kesulitan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kecemasan sosial pada remaja broken home di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 177 remaja yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga berdasarkan Friedman, Bowden, dan Jones (2010) serta skala kecemasan sosial berdasarkan La Greca dan Lopez (1998). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan pendekatan bootstrap sebanyak 5.000 sampel karena residual tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan sosial, dengan koefisien regresi sebesar -0,339, standard error sebesar 0,061, dan signifikansi 0,000. Interval kepercayaan BCa 95% berada pada rentang -0,456 hingga -0,217 dan tidak mencakup angka nol. Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga, semakin rendah kecemasan sosial pada remaja broken home.
Copyrights © 2026