Aspal sebagai bahan ikat campuran beraspal memiliki potensi untuk dimodifikasi dengan tujuan untuk meningkatkan sifat reologi aspal. Namun, bahan modifier aspal umumnya memiliki harga yang cukup tinggi yang berdampak pada harga aspal modifikasi menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjut terkait pencarian bahan alternatif sebagai bahan modifikasi aspal. Di sisi lain, berbagai penelitian menyebutkan bahwa bambu memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dimana sillika dapat menjadi bahan modifier aspal yang baik,sehingga bambu memiliki potensi modifier alternatif untuk aspal. Penelitian ini mengekstraksi silika dari tiga jenis daun bambu (Petung, Apus, Ampel) melalui kalsinasi oven furnace pada suhu 800°C selama 3 jam, yang kemudian dicampurkan ke dalam aspal penetrasi 60/70 dengan variasi kadar 1% dan 2%, sedangkan karakteristik morfologi dan kandungan bubuk sillika daun bambu diuji dengan SEM-EDX. Pengujian reologi aspal diuji menggunakan uji penetrasi, titik lembek, daktilitas, dan RTFOT. Abu daun bambu petung dipilih sebagai bahan modifier aspal berdasarkan hasil pengujian SEM-EDX dimana daun bambu menghasilkan kandungan silika yang lebih besar. Pengujian reologi aspal menyimpulkan bahwa bubuk abu daun bambu petung dapat meningkatkan kekakuan pada aspal pen 60/70 sehingga memiliki potensi sebagai bahan modifier aspal alami yang bisa dipelajari dan dikembangkan di masa depan, terutama dari segi kekuatan campuran beraspal dan segi ekonomisnya.
Copyrights © 2026