Desain sistem pembuangan air di Kota Makassar dibuat agar dapat mengalirkan air buangan sebanyak dan secepat mungkin ke tempat pembuangan selanjutnya. Tidak ada sistem pengolahan air limbah domestik yang tersedia. Air limbah dari industri yang terletak di antara perumahan penduduk, bersama-sama dengan limbah air domestik, semuanya langsung masuk ke sistem saluran pembuangan kota, tanpa mengalami pengolahan. Nutrien, seperti nitrogen dan fosfor yang terdapat dalam limbah tersebut, akhirnya ikut masuk ke sistem perairan. Belum ada data mengenai kadar polutan ini di sistem pembuangan kota ini. Oleh itu, kami melakukan survei kadar nitrogen dan fosfor pada air permukaan Saluran Pembuang Sinrijala dan Sungai Pampang kota Makassar yang melintasi perumahan penduduk padat, pada bulan November 2009. Metode spektrofotometri reduksi kadmium digunakan untuk mengukur TN (total nitrogen), NO3--N, sedangkan untuk mengukur TP (total fosfor) dan FRP (filterable reactive fosfor) digunakan metode spektrofotometri asam askorbat. Hasil survei ini menunjukkan bahwa air permukaan saluran tersebut pada saat pengambilan sampel telah berada pada keadaan sangat eutrofik. Kadar TN (0,056-3,697 mg/L), TP (3,140-13,03 mg/L), dan nutrien terlarutnya (FRP: 0,028-2,935 -NO3-N: 0,187-0,601 mg/L). Kemungkinan besar sumber utama nutrien tersebut adalah limbah domestik seperti sisa deterjen, sisa makanan, dan kotoran manusia.
Copyrights © 2012