rtikel ini bertujuan untuk menggambarkan metode yang digunakan oleh Harald Motzki dalam mengeksplorasi keaslian Hadis serta mendeskripsikan bantahannya atas skeptisisme orientalis terhadap Hadis. Sejak abad ke-19, ketika orientalis mulai mempelajari keaslian Hadis sebagai sumber ajaran Islam secara ilmiah, sikap skeptis dari beberapa orientalis telah mendapat tantangan dari pemikir Muslim dan beberapa orientalis lainnya. Bagi Motzki, kedua kubu tersebut, baik skeptis maupun apologetic dianggap belum menjawab substansi pertanyaan keaslian Hadis itu sendiri. Ia kemudian menggunakan metode tertentu untuk menjawab tantangan ini. Jenis penelitian yang mendasari analisis ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analisis, yang bertujuan untuk mengungkapkan metodologi Hadis Harald Motzki dan bentuk-bentuk kritiknya terhadap pemikiran tokoh orientalis secara sistematis. Tujuannya adalah agar pembaca dapat memahami titik-titik sensitif dalam studi hadis yang menjadi sasaran kritik orientalis serta cara menyikapinya. Hasilnya menunjukkan bahwa Motzki berhasil membuktikan bahwa Hadis Nabi dapat ditelusuri sampai pada abad pertama hijriah, dengan menggunakan Musannaf 'Abd al-Razzaq sebagai sampel utamanya. Melalui karyanya, Harald Motzki berhasil mematahkan teori-teori skeptis pendahulunya dengan menggunakan teori dating dan isnad cum matn. Ia secara efektif menyerang balik kritik sanad yang dilontarkan oleh Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht, serta kritik common link dan isnad emas dari G.H.A. Juynboll. Kontribusi yang diberikannya ini menjadi pemicu bagi lahirnya kajian ilmiah tentang Hadis pada masa selanjutnya, misalnya, teori isnad cum matn yang masih sering digunakan untuk mengidentifikasi kualitas suatu Hadis hingga hari ini.
Copyrights © 2025