Bahasa Arab memiliki kedudukan strategis dalam pendidikan Islam, tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan sebagai medium utama transmisi nilai dan pembentukan pandangan hidup (worldview) Muslim. Namun, tantangan globalisasi dan Era Industri 4.0 sering kali menggerus relevansi pembelajaran bahasa Arab yang masih menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembelajaran bahasa Arab sebagai upaya memperkokoh identitas Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur otoritatif dan hasil penelitian terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Arab berfungsi sebagai cultural reservoir yang menyimpan nilai teologis dan etis; (2) Efektivitas internalisasi nilai sangat bergantung pada adaptasi kurikulum yang responsif terhadap literasi baru (data dan teknologi); (3) Integrasi teknologi pembelajaran interaktif, seperti gamifikasi, terbukti meningkatkan motivasi dan mempercepat penanaman nilai karakter; dan (4) Keberhasilan program ini harus didukung oleh tata kelola lembaga pendidikan dan pengembangan SDM yang profesional. Kesimpulannya, revitalisasi pembelajaran bahasa Arab melalui sinergi antara konten nilai, metodologi adaptif, dan manajemen yang baik merupakan kunci untuk membentuk generasi yang memiliki identitas keislaman yang kokoh di era global.
Copyrights © 2025