Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Sejak awal, Al-Qur’an dijaga melalui hafalan dan penulisan oleh para sahabat di bawah bimbingan Nabi SAW. Setelah Rasulullah SAW wafat dan wilayah Islam semakin luas, diperlukan upaya kodifikasi untuk menjaga keutuhan Al-Qur’an. Kodifikasi Al-Qur’an dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pada masa Rasulullah SAW, masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, dan masa Khalifah Utsman bin Affan. Pada masa Abu Bakar, Al-Qur’an dikumpulkan dalam satu mushaf untuk mencegah hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat wafatnya para penghafal. Selanjutnya, pada masa Utsman bin Affan dilakukan penyeragaman mushaf untuk menghindari perbedaan bacaan di berbagai wilayah. Mushaf yang dibakukan dikenal dengan Rasm Utsmani dan menjadi pedoman bacaan umat Islam hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, yaitu menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan sejarah kodifikasi Al-Qur’an untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses penghimpunan dan penyeragamannya.
Copyrights © 2026