Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep I’jaz Ṭibbi dalam kisah penyakit Nabi Ayyub a.s. sebagaimana termuat dalam Al-Qur’an serta relevansinya dengan perspektif kesehatan. Kisah Nabi Ayyub a.s. tidak hanya menggambarkan keteladanan dalam menghadapi ujian berupa penyakit, tetapi juga mengandung isyarat mengenai pentingnya ikhtiar, doa, kesabaran, dan pemeliharaan kesehatan sebagai bagian dari ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kisah Nabi Ayyub a.s., terutama QS. Al-Anbiya’ ayat 83 dan QS. Ṣad ayat 41–44, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang membahas I’jaz Ṭibbi serta kesehatan dalam perspektif Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan mengkaji penafsiran para ulama dan menghubungkannya dengan konsep kesehatan secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci jenis penyakit Nabi Ayyub a.s., melainkan lebih menekankan nilai kesabaran, keteguhan iman, serta adab dalam berdoa. Dari perspektif I’jaz Ṭibbi, perintah Allah kepada Nabi Ayyub a.s. untuk mandi dan meminum air mengandung isyarat mengenai pentingnya air sebagai sarana pemulihan kesehatan, baik secara eksternal maupun internal. Dengan demikian, kisah Nabi Ayyub a.s. menunjukkan bahwa kesembuhan merupakan perpaduan antara ikhtiar, tawakal, dan rahmat Allah Swt., sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan bagi kehidupan manusia hingga saat ini.
Copyrights © 2026