Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sering mengalami penurunan efisiensi akibat variasi intensitas cahaya dan suhu. Penelitian ini mengusulkan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan algoritma Gray Wolf Optimization (GWO) untuk meningkatkan daya output. GWO, yang meniru strategi berburu serigala abu-abu, dibandingkan dengan metode Perturb and Observe (PnO) dalam berbagai kondisi operasional, termasuk bayangan sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GWO memiliki konvergensi lebih cepat dan akurasi lebih tinggi dalam pencarian titik daya maksimum dibandingkan PnO. Simulasi menggunakan model dioda ganda di MATLAB menunjukkan bahwa pada suhu 30°C, daya maksimum (Pmax) panel surya adalah 98 watt, sedangkan dengan GWO mencapai 97,85 watt. Pada suhu 35°C, Pmax masing-masing adalah 96 watt dan 95,85 watt. Perbedaan daya maksimum antara sistem tanpa optimasi dan dengan GWO berkisar antara 0,15 hingga 0,2 watt, menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi kecil, GWO tetap efektif dalam mendekati titik daya maksimum dan meningkatkan efisiensi sistem PLTS dalam kondisi operasional yang beragam.
Copyrights © 2025