Minyak yang dipakai berkali-kali akan mengalami penurunan mutu, yang terlihat dari perubahan warna, bau, dan tingkat kekeruhan. Penelitian ini merancang sebuah sistem pemantauan untuk kualitas minyak goreng dengan memanfaatkan tiga jenis sensor: gas TGS, sensor warna TCS3200, dan sensor kekeruhan berbasis LED-LDR. Data yang diperoleh dari sensor diolah menggunakan algoritma Gaussian Bell fuzzy dengan tiga input (gas, warna, dan kekeruhan) serta satu output (kualitas: baik, sedang, buruk). Uji coba dilakukan pada tiga merek minyak dengan lima jenis masakan (ayam, telur, tahu, tempe, dan terong). Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini dapat mengidentifikasi perubahan mutu minyak dengan efisien. Nilai hasil ditampilkan melalui layar LCD dan antarmuka pengguna grafis Python. Sistem ini bisa menjadi alternatif dalam menilai kualitas minyak goreng secara lebih obyektif.
Copyrights © 2026