Latar Belakang: Speak up merupakan tindakan tenaga kesehatan untuk menyampaikan kekhawatiran atau informasi terkait potensi risiko keselamatan pasien. Rendahnya praktik speak up dapat menyebabkan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) terus berulang. Pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan berperan penting dalam keberanian melakukan speak up. Puskesmas Kayon masih menghadapi beberapa kasus KTD yang belum diikuti dengan budaya speak up yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap tenaga kesehatan tentang speak up dalam kejadian tidak diharapkan di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Kayon dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 lebih kecil dari α = 0,01 dengan nilai koefisiensi korelasi 0,638 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan speak up dengan sikap speak up kejadian tidak diharapkan di Puskesmas Kayon. Artinya semakin tinggi pengetahuan tenaga kesehatan, maka sikap speak up kejadian tidak diharapkan cenderung makin positif. Kesimpulan: Pengetahuan yang baik diharapkan berbanding lurus dengan sikap positif tenaga kesehatan untuk berani speak up demi pencegahan KTD. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi Puskesmas Kayon untuk mengembangkan program pelatihan dan sistem pelaporan yang mendukung speak up kejadian tidak diharapkan.
Copyrights © 2026