Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah DanaAlokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil berpengaruh terhadappeningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui Belanja Modal sebagai variabelintervening pada 38 Kabupaten/Kota di propinsi Jawa Timur. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujianregresi berganda menggunakan analisis jalur (path analysis). Variabel dalampenelitian ini adalah DAU, DAK, DBH sebagai variabel independen, PADsebagai variabel dependen dan Belanja Modal sebagai variabel intervening.Sampel dalam penelitian ini adalah Data realisasi Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah (APBD) di 38 Kabupaten/Kota pada Propinsi Jawa Timur tahunanggaran 2007, 2008 dan 2009. Hasil penelitian membuktikan bahwa DanaAlokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil dan Belanja Modalsecara simultan tidak signifikan berpengaruh terhadap peningkatan PendapatanAsli Daerah. Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasiltidak signifikan berpengaruh terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota diJawa Timur. Hal ini dapat dilihat bahwa Adjusted R Square hanya sebesar 0,007%variabel Belanja Modal dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu DanaAlokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil berpengaruh terhadapBelanja Modal. Sedangkan sisanya sebesar 99,93% dipengaruhi oleh variabel lainyang tidak dijelaskan oleh model dalam penelitian ini. Secara parsial variabelDana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil juga tidaksignifikan berpengaruh terhadap Belanja Modal. Begitu juga dengan BelanjaModal tidak signifikan berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan AsliDaerah. Hasil statistik dari model summary menunjukan bahwa besarnya adjustedR² adalah sebesar -0,006. Hal ini menunjukan bahwa variabel independent BMhanya mampu menjelaskan variabel PAD sebesar 0,7% sedangkan sisanya sebesar99,93 % dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Dari tabel 3 dapat dilihatbahwa DAU tidak signifikan berpengaruh tidak langsung positif terhadap BelanjaModal, DAK tidak signifikan berpengaruh tidak langsung positif terhadap BelanjaModal dan DBH tidak signifikan berpengaruh tidak langsung positif terhadapBelanja Modal. Pada tabel 10 dapat dilihat bahwa Belanja Modal tidakberpengaruh langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah. Karena variabel âvariabel tersebut tidak berpengaruh langsung maka hubungan antar variabeltersebut tidak dapat dimasukan dalam perkalian tidak langsung. Hal ini berartibahwa Belanja Modal tidak dapat dijadikan sebagai variabel intervening untukmemediasi pengaruh DAU, DAK dan DBH terhadap Pendapatan Asli Daerah, artinya bahwa meningkatnya Belanja Modal tidak mempengaruhi peningkatanPendapatan Asli Daerah.Kata Kunci: Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil,Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah.
Copyrights © 2012