Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatanjangka panjang sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.Tingginya angka putus berobat pada pasien TB Paru masih menjadi masalah yang dipengaruhi olehrendahnya pengetahuan pasien mengenai pengobatan serta belum optimalnya peran perawat sebagaiedukator dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru diUPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional analitik danpendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 pasien TB Paru yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman (Spearman'srho).Hasil: Hasil penelitian menjawab ketiga tujuan khusus penelitian, yaitu: peran perawat sebagaiedukator sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 22 responden (62,9%) dan kategoricukup sebanyak 13 responden (37,1%); kepatuhan minum obat sebagian besar berada pada kategorikurang sebanyak 23 responden (65,7%) dan kategori cukup sebanyak 12 responden (34,3%); sertahasil uji korelasi Spearman's rho diperoleh nilai r = -0,120 dengan p = 0,493 (a = 0,05) sehingga tidakterdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan minumobat pada pasien TB Paru di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai edukator dengankepatuhan minum obat pada pasien TB Paru di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka. Kepatuhanminum obat diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengetahuan, sikap, motivasi, dukungankeluarga, dan kondisi sosial-ekonomi pasien, sehingga diperlukan penguatan edukasi berkelanjutan,peningkatan pengawasan minum obat, serta dukungan lingkungan untuk meningkatkan kepatuhanpengobatan pasien TB Paru.
Copyrights © 2026