Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif peserta didik dalam materi bencana alam dengan menggunakan model PjBL di UPT SMPN 10 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan partisipan sebanyak 32 peserta didik kelas VIII yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang mengukur indikator berpikir kreatif berdasarkan model Torrance, yaitu kelancaran, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif peserta didik bervariasi, dengan kategori sangat kreatif sebesar 31,25%, kreatif 28,10%, dan cukup kreatif 40,63%. Indikator dengan pencapaian tertinggi adalah lancar (72%), sementara elaborasi mencapai pencapaian terendah (40%). Kata Kunci: berpikir kreatif, bencana alam, model PjBL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam materi bencana alam menggunakan model PjBL di UPT SMPN 10 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 32 siswa kelas delapan yang dipilih secara acak sebagai partisipan. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi yang mengukur indikator berpikir kreatif berdasarkan model Torrance, yaitu kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif siswa bervariasi, dengan 31,25% dikategorikan sangat kreatif, 28,10% kreatif, dan 40,63% kreatif sedang. Indikator dengan pencapaian tertinggi adalah kelancaran (72%), sedangkan elaborasi memiliki pencapaian terendah (40%). Kata kunci : berpikir kreatif , bencana alam, pembelajaran PjBL
Copyrights © 2025