Biasakan Yang Benar, Jangan Benarkan Yang Biasa merupakan slogan yang menginspirasi Tim Avenger untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya berperilaku jujur di lingkungan akademik. Pentingnya bertindak sesuai dengan norma dan prinsip-prinsip yang benar, terlepas dari tekanan atau kebiasaan seseorang khususnya mahasiswa yang menyandang status seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi calon intelektual. Namun perilaku - perilaku korup nyatanya juga terjadi di kalangan mahasiswa khususnya pada organisasi mahasiswa. Misalnya saat proses penyusunan juga pelaporan ajang tersebut sering menjadi momentum mahasiswa melakukan tindak korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa yang aktif di lingkup organisasi terhadap kritik korupsi dan diharapkan menjadi tolak ukur para organisatoris dalam betindak dan berperilaku sesuai dengan peraturan kampus dan mampu mengedukasi bagaimana dampak dari penyelewengan kode etik terhadap mahasiswa untuk menghindari kecurangan yang akan merugikan kampus, organisasi dan diri sendiri. Peneliti memberikan solusi melalui pengembangan komik kode etik antikorupsi sebagai media penyampaian informasi untuk menjadi salah satu pendorong kesadaran kepada mahasiswa terhadap penyimpangan dan manipulasi yang melanggar hukum dan dilakukan dengan sengaja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan angket, wawancara, dan FGD, resensi komik kode etik ini memberikan dampak yang signifikan terhadap persepsi mahasiswa organisatoris akan perilaku koruptif dalam ruang lingkup kampus. Kata Kunci : Komik, Kode Etik, Pemalsuan Proposal.
Copyrights © 2023