Pariwisata berbasis masyarakat (CBT) merupakan salah satu pendekatan pembangunan kepariwisataan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku pengembangan sekaligus sebagai penerima manfaat kegiatan pariwisata secara langsung. Penerapan CBT banyak ditemukan pada kawasan pedesaan yang menghasilkan sebuah pendekatan baru yaitu desa wisata. Hal ini dikarenakan konsep pengembangan desa wisata dilakukan dengan berbasis potensi lokal, termasuk dalam hal pengelolaan. Desa Nglanggeran menjadi salah satu desa wisata yang dianggap berhasil menerapkan CBT dengan baik dalam pengembangan pariwisata. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan CBT di desa wisata Nglanggeran. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara semi-terstruktur. Dalam penentuan jumlah responden, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling kepada orang-orang yang mengetahui revolusi kepariwisataan di Desa Wisata Nglanggeran. Kemudian, data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis mengungkapkan bahwa 9 tahap pengembangan CBT telah diimplementasikan di Desa Wisata Nglanggeran dan tercapainya penerapan 11 prinsip KBK/CBT.
Copyrights © 2024