Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif profitabilitas dalam praktik manajemen keuangan pada penerapan konsep mental accounting pada pedagang sate bulayak di Desa Wisata Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu para pedagang Sate Bulayak ini beroperasi dengan pengetahuan manajemen keuangan khususnya akuntansi formal yang sangat minim, mengandalkan manajemen keuangan berbasis ingatan, dan kerangka mental accounting intuitif, keberlanjutan usaha Sate Bulayak bergantung pada strategi adaptif terhadap pasar, seperti penyesuaian kuantitas produk daripada harga saat terjadi kenaikan biaya yang menunjukkan pemahaman implisit tentang manajemen biaya meskipun tidak adanya pencatatan formal, dan dalam jangka panjang, pemahaman yang lebih baik tentang praktik manajemen keuangan pada pedagang Sate Bulayak di Desa Lingsar dapat membantu meningkatkan keuntungan/profitabilitas usaha mereka yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi serta berimplikasi praktis yang signifikan untuk pembangunan ekonomi lokal.
Copyrights © 2025