Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi risiko bencana wisatawan pada destinasi wisata Lava Tour Merapi. Lava Tour Merapi merupakan wisata berbasis bencana (dark tourism) yang berkembang di kawasan lereng Gunung Merapi dan berada pada wilayah dengan ancaman erupsi yang tinggi. Persepsi risiko wisatawan menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap rasa aman, kesiapsiagaan, dan perilaku wisatawan selama melakukan aktivitas wisata di kawasan rawan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan survei menggunakan angket kepada wisatawan yang berkunjung ke Lava Tour Merapi. Analisis dilakukan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan persepsi wisatawan terhadap bahaya erupsi Gunung Merapi, termasuk awan panas, abu vulkanik, material panas, serta tingkat keamanan aktivitas wisata di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya erupsi Gunung Merapi dan menyadari bahwa aktivitas Lava Tour dilakukan di kawasan rawan bencana. Wisatawan juga menunjukkan persepsi risiko yang cukup tinggi terhadap ancaman awan panas dan material vulkanik, meskipun masih terdapat variasi persepsi terkait tingkat keamanan aktivitas wisata ketika didampingi pemandu wisata.
Copyrights © 2026