Krisis iklim yang semakin intensif telah menjadi salah satu tantangan global paling mendesak yang tidak hanya memerlukan respons teknologis dan kebijakan publik tetapi juga transformasi etis dan spiritual yang mendasar Artikel ini mengkaji urgensi reorientasi pendidikan ekopedagogi berbasis masjid sebagai pusat transformasi spiritual dalam membangun umat yang berketahanan iklim Dengan menggunakan pendekatan ekoteologi Qurani masjid direkonstruksi tidak hanya sebagai ruang ibadah tetapi juga sebagai institusi pendidikan transformatif yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis tanggung jawab lingkungan dan aksi kolektif masyarakat Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai nilai utama Al Quran yaitu tauhid sebagai prinsip kesatuan dan keterhubungan seluruh ciptaan amanah khalifah sebagai tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi serta larangan fasad sebagai bentuk penolakan terhadap segala tindakan perusakan lingkungan dapat menjadi fondasi etika lingkungan yang kokoh Nilai nilai tersebut membentuk paradigma ekosentrisme Qurani yang menempatkan manusia sebagai bagian integral dari ekosistem ciptaan Allah bukan sebagai penguasa yang mengeksploitasi alam Melalui implementasi program masjid hijau eco kajian kampanye lingkungan dan gerakan komunitas ekologis berbasis masjid pendidikan ekopedagogi Qurani diharapkan mampu mengintegrasikan spiritualitas dengan praktik nyata pelestarian lingkungan Pendekatan ini mendorong umat Islam untuk memandang aksi iklim sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan manifestasi keimanan Dengan demikian masjid memiliki peran strategis sebagai laboratorium ekosentrisme Qurani yang mendorong transformasi sosial spiritual dan ekologis menuju terbentuknya masyarakat Muslim yang resilien berkelanjutan dan adaptif pendidikan masjid terhadap perubahan iklim
Copyrights © 2026