Komunikasi interpersonal antara orang tua dan remaja memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang harmonis serta meningkatkan keterbukaan diri remaja. Namun, perkembangan teknologi digital dan karakteristik Generasi Z telah mengubah pola komunikasi dalam keluarga yang berpotensi memengaruhi tingkat keterbukaan remaja kepada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas komunikasi interpersonal orang tua terhadap keterbukaan diri remaja Generasi Z di Perumahan Griya Soka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 100 remaja Generasi Z berusia 15–20 tahun, dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Weighted Mean Score (WMS), uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas komunikasi interpersonal orang tua berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,10, sedangkan tingkat keterbukaan diri remaja juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,02. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa intensitas komunikasi interpersonal orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterbukaan diri remaja Generasi Z di Perumahan Griya Soka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang intens antara orang tua dan remaja dapat meningkatkan keterbukaan diri remaja. Oleh karena itu, orang tua perlu menjaga komunikasi yang rutin, terbuka, dan penuh empati guna mendukung terciptanya hubungan yang lebih baik dengan remaja
Copyrights © 2026