Film sebagai media representasi tidak hanya mengonstruksi makna melalui proses encoding, tetapi juga memungkinkan khalayak melakukan decoding berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang sosial budaya. Film Tulang Belulang Tulang merepresentasikan kehidupan masyarakat Batak Toba melalui budaya, adat, dan relasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses decoding khalayak terhadap representasi perempuan Batak Toba dalam film Tulang Belulang Tulang menggunakan pendekatan Analisis Resepsi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Resepsi Stuart Hall. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap film dan wawancara mendalam dengan satu informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, kemudian diinterpretasikan berdasarkan posisi dominant-hegemonic reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan cenderung berada pada posisi dominant-hegemonic reading dan negotiated reading. Informan menerima sebagian besar representasi budaya, adat, dan relasi sosial masyarakat Batak Toba, namun pada beberapa aspek melakukan penyesuaian berdasarkan pengalaman dan pemahaman budaya yang dimiliki. Sementara itu, posisi oppositional reading tidak ditemukan.
Copyrights © 2026