Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hibrid yang menggabungkan energi surya dengan sumber cadangan berupa baterai atau genset untuk memenuhi kebutuhan energi pada beban rumah tangga. Topik ini penting mengingat peningkatan permintaan listrik di wilayah yang memiliki potensi energi terbarukan tinggi, namun masih menghadapi tantangan terkait kontinuitas pasokan dan efisiensi sistem. Tujuan utama penelitian ini adalah mengukur efektivitas sistem hybrid PLTS dalam hal kontinuitas daya, efisiensi energi, dan pengurangan ketergantungan pada jaringan listrik konvensional. Metode yang digunakan berupa eksperimen lapangan dan simulasi numerik. Data dikumpulkan melalui pemasangan sistem hybrid PLTS pada rumah tangga di wilayah tropis Indonesia selama periode 12 bulan. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan keluaran, daya yang dihasilkan, rasio pemanfaatan energi surya, serta waktu operasional baterai. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro untuk memodelkan skenario beban harian dan variasi cuaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hybrid PLTS mampu menyediakan kontinuitas daya lebih dari 95 Persen waktu operasi harian dengan efisiensi konversi energi rata rata 88 Persen. Penurunan beban dari jaringan utama mencapai 60 Persen pada kondisi cuaca cerah dan tetap berada di atas 40 Persen ketika radiasi matahari rendah. Analisis sensitivitas juga memperlihatkan kontribusi signifikan kapasitas baterai terhadap stabilitas output daya. Temuan ini menunjukkan potensi sistem hybrid PLTS sebagai solusi terjangkau untuk rumah tangga di daerah dengan tingkat radiasi tinggi. Kontribusi penelitian terletak pada validasi empiris terhadap kinerja sistem hybrid PLTS dalam konteks penggunaan rumah tangga serta rekomendasi konfigurasi optimal yang dapat digunakan sebagai acuan desain sistem energi terbarukan skala kecil di daerah serupa.
Copyrights © 2026