Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong institusi perguruan tinggi untuk mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas layanan akademik. Salah satu inovasi yang berkembang adalah penggunaan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai media pelayanan informasi akademik secara cepat, responsif, dan tersedia selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan mahasiswa terhadap implementasi chatbot AI pada layanan akademik menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Variabel yang diuji meliputi Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, dan Facilitating Conditions terhadap Behavioral Intention. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa aktif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan chatbot. Performance Expectancy menjadi faktor paling dominan, diikuti Facilitating Conditions. Nilai R-Square sebesar 0,684 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 68,4 persen variasi niat penggunaan sistem. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan chatbot akademik sangat ditentukan oleh manfaat nyata, kemudahan penggunaan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Copyrights © 2026