Peningkatan penggunaan gawai (screen time) pada anak secara global memicu perdebatan antara potensi stimulasi edukatif dan risiko gangguan perkembangan saraf serta tidur. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dampak paparan gawai terhadap stimulasi neurokognitif, kualitas tidur, dan luaran perkembangan saraf populasi pediatri. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap empat puluh dua artikel ilmiah periode 2014–2024 yang diperoleh dari berbagai basis data elektronik. Hasil penelitian menunjukkan kebaruan bahwa dampak gawai bersifat dua arah. Paparan terstruktur meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 2–5 tahun. Sebaliknya, paparan lebih dari 2 jam per hari, terutama malam hari, secara konsisten memendekkan durasi tidur akibat supresi melatonin oleh cahaya biru dan aktivasi sistem dopaminergik. Dampak jangka panjangnya meliputi peningkatan risiko gangguan pemusatan perhatian, keterlambatan bahasa, dan penurunan ketebalan korteks prefrontal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa luaran gawai sangat bergantung pada jenis konten, durasi, usia, dan konteks penggunaan. Pendekatan berbasis bukti disarankan melalui pembatasan durasi sesuai panduan kesehatan, penerapan waktu bebas gawai sebelum tidur, serta optimalisasi peran aktif orang tua dalam mendampingi anak.
Copyrights © 2026