Hipertensi pada lansia membutuhkan pengendalian melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya aktivitas fisik teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Bandar Selamat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 25 lansia penderita hipertensi yang mengikuti program senam lansia selama 12 pertemuan. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,36 mmHg menjadi 144,60 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 95,32 mmHg menjadi 87,64 mmHg. Hasil uji statistik memperoleh p<0,001 pada tekanan darah sistolik dan diastolik. Program senam lansia berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana bagi penderita hipertensi di masyarakat. Temuan ini memperkuat peran aktivitas fisik teratur dalam pengendalian hipertensi lansia secara praktis, dan berkelanjutan di masyarakat setempat.
Copyrights © 2026