Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, dan jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi memengaruhi jumlah flavonoid yang diperoleh. Penelitian sebelumnya telah membandingkan metanol dengan etanol 70%, namun informasi mengenai efektivitas etanol 95% masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar flavonoid total ekstrak daun sirsak yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 95% dan metanol serta menentukan pelarut yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode maserasi menggunakan perbandingan bahan dan pelarut 1:10. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode kolorimetri aluminium klorida (AlCl₃) dengan standar kuersetin dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 37,919 µg/mL, sedangkan ekstrak metanol sebesar 35,838 µg/mL. Rendemen ekstrak etanol 95% (7,12%) juga lebih tinggi dibandingkan metanol (6,82%). Berdasarkan hasil penelitian, etanol 95% lebih efektif dibandingkan metanol dalam mengekstraksi flavonoid total daun sirsak (Annona muricata L.).
Copyrights © 2026