Cakupan imunisasi di wilayah kerja UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sitopeng, khususnya di Kelurahan Argasunya, masih berada di bawah target nasional dan disertai dengan prevalensi stunting yang tinggi. Berbagai faktor, seperti keterbatasan akses transportasi, kondisi geografis, serta karakteristik masyarakat, menjadi kendala dalam pelaksanaan program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan kesehatan melalui program Warga Peduli Imunisasi (WPI) sebagai upaya peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, petugas program imunisasi, kader, dan lintas sektor. Inovasi WPI terdiri atas kegiatan NGACA SI DARTIK (Ngalap Bocah Kang Durung Disuntik) dan SIPAMUN (Sistem Pelaporan Pasca Imunisasi) yang dilaksanakan melalui koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) meningkat dari 47,4% menjadi 64,5% pada akhir tahun 2023. Program WPI terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan imunisasi serta menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan lokal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2025