Wilayah kerja UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanah Merah sebelumnya tercatat tidak memiliki kasus malaria. Namun, pada tahun 2023 terjadi peningkatan kasus malaria, yaitu sebanyak 3 kasus pada bulan Maret 2023 dan 14 kasus pada bulan April 2023. Menanggapi kondisi tersebut, Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Malaria Dinas Kesehatan segera melakukan respons dengan melaksanakan mitigasi menggunakan strategi 1-2-5-Plus dalam menangani peningkatan kasus malaria di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Merah. Implementasi inovasi strategi 1-2-5-Plus dilakukan melalui beberapa tahapan. Setiap kali ditemukan kasus malaria, pada hari pertama dilakukan pemberian obat antimalaria serta pengunggahan notifikasi kasus. Pada hari kedua dilaksanakan survei kontak dan survei jentik, penebaran larvasida apabila ditemukan jentik Anopheles positif, serta pembuatan peta klasifikasi kasus. Pada hari kelima dilakukan distribusi kelambu berlarvasida dan intervensi lain yang diperlukan untuk mencegah penularan malaria kepada masyarakat lainnya. Tahap Plus meliputi survei migrasi serta pengambilan darah ulang pada hari ke-4, ke-14, dan ke-28. Tercatat jumlah kasus malaria sebelum dilakukan intervensi sebanyak 17 kasus. Setelah pelaksanaan intervensi, ditemukan 3 kasus, dan pada periode November–Desember 2023 tidak ditemukan lagi kasus malaria. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi 1-2-5-Plus efektif dalam menangani peningkatan kasus malaria di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023.
Copyrights © 2025