Latar Belakang: Masalah anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan risiko stunting di masa depan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan intervensi suplementasi zat besi di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian dilaksanakan di SMA Ainur Rafiq Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, dengan jumlah responden sebanyak 46 siswi kelas X dan XI. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan tentang anemia serta pemberian TTD secara teratur, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan dan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden tentang anemia dari 26,07% menjadi 50% setelah intervensi. Selain itu, terdapat peningkatan proporsi kadar hemoglobin normal dari 60% menjadi 80% setelah pemberian edukasi dan suplementasi TTD. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta status kesehatan responden. Simpulan: Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kadar hemoglobin remaja putri. Pendekatan berbasis sekolah melalui edukasi dan suplementasi TTD dapat menjadi strategi yang tepat dalam upaya pencegahan anemia serta penurunan risiko stunting.
Copyrights © 2026